Senin, 22 Juni 2009

KETIDAKMERATAAN LOKAL

Tom Cannon

Perubahan ekonomi (turunnya ekonomi) menyebabkan timbulnya sejumlah persoalan bagi masyarakat. Sebagian masyarakat mempunyai sumber daya dan kemampuan untuk mengatasi kemunduran dan untuk selanjutnya berkembang. Sebagian yang lain justru butuh dukungan dari pihak luar dan memobilisasi sumber daya internalnya lebih efektif lagi. Penurunan ekonomi biasanya dibarengi dengan hilangnya kepercayaan terhadap kemampuan pemerintah memecahkan persoalan ini, sehingga masyarakat menuntut dikuranginya campur tangan pemerintah secara langsung. Oleh masyarakat lokal, penciptaan lapangan kerja dan rekonstruksi komunitas dipandangnya hanya dapat dapat
dipecahkan lewat kerja sama antara masyarakat dan industri. Tanggung jawab ini hanya bisa diletakkan di bahu orang-orang yang mempunyai ketrampilan operasional dan kebutuhan langsung. Dengan demikian, peran negara adalah menetapkan lingkungan yang kondusif dan bertindak sebagai pemberi ijin.

Dalam hal ini industri dapat mengambil peran memimpin sekaligus memperkuat posisi komersial mereka. Semakin banyak industri melakuan kegiatan ini, semakin sedikit kewajiban negara untuk campur tangan dalam menggunakan sumber daya yang ada di industri, yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakatnya yang sedang merugi dan membutuhkan dukungan. Namun demikian, apa yang ditunjukkan oleh Inggris pada akhir 1970 dan 1980, surutnya campur tangan negara menciptakan kesenjangan dalam bidang industri antara keinginan menunjukkan kemampuan mewujudkan fungsi ekonomi dan fungsi penciptaan kesejahteraan. Bagaimana pun kesepakatan implisit antara masyarakat dan
industri sebenarnya dapat menciptakan keadaan dimana kedua peran ini dapat
berjalan bersama. Ketidakberuntungan komunitas lokal dalam masyarakat merupakan permasalahan yang perlu menjadi perhatian perusahaan.

STRATEGI TANGGUNG JAWAB PERUSAHAAN

Strategi merupakan unsur yang sangat penting dalam pendekatan efektif terhadap tanggung jawab perusahaan. Stategi memungkinkan perusahaan menggunakan sumber dayanya secara efektif serta menjamin bahwa keahlian dapat berkembang di dalam perusahaan untuk meningkatkan nilai-nilai internal uang dan ekeftivitas eksternal. Strategi menyebabkan adanya perbedaan misi dan pandangan antar satu perusahaan dan perusahaan yang lain. Misal, di Atlantic Richfield keadilan melandasi semua kegiatan perusahaan. Levi Strauss berkonsentrasi pada kerja sama. Marks and Spencer mementingkan keterlibatan. Dan seterusnya. Meski tidak satu pun gagasan ini bersifat
eksklusif, tetapi mereka mempunyai inti yang kuat di sekitar strategi tertentu yang dapat dikembangkan, dimana kebijakan dapat dibuat, dan sumber-sumber daya dapat dialokasikan. Hal ini dapat dilihat pada setiap bidang operasional kunci perusahaan tersebut.

Kebijakan strategi perusahaan selayaknya memperhatikan hal-hal berikut:

1--Jangkauan kegiatan organisasi. Di Atlantic Richfield, komitmen pada keadilan membuat perusahaan mengkonsentrasikan sumber dayanya dalam program untuk membebaskan mereka dari penghalang yang membuat individu dan masyarakat tidak mengetahui potensi mereka yang sebenarnya. Perusahaan ini berusaha keras membawa kaum minoritas, wanita, dan orang cacat ke bidang pekerjaan.

2--Kesesuaian kegiatan operasi organisasi dengan lingkungan. Di Levi Strauss, organisasi memusatkan perhatian pada sumber dayanya [pada rencana lokal yang dibangun di sekitar pekerja sukarelanya. Ini berarti bahwa para pekerja setempat diharapkan dapat memberikan sumbangan bahan bagi diri mereka sendiri untuk mengatasi masalah yanng mereka temukan dalam masyarakat lokal. Perusahaan ini menghindari beberapa permasalahan yang populer, seperti mahalnya biaya kesehatan. Program perusahaan ditujukan dan efektif dalam masyarakat yang menderita kesulitan struktural. Jaringan mereka yang luas ke seluruh dunia dapat membantu komunitas ini mengatasi berbagai kesulitan, misalnya logistik.

3--Kesesuaian kegiatan operasi organisasi dengan kapasitas sumber daya. Kesesuaian antara kapasitas dan operasi perusahaan merupakan inti keberhasilan program tanggung jawab perusahaan. Marks and Spencer mencapai program ini dengan mengawinkan sumber daya pusat dengan keuangan setempat. Keterlibatan karyawan hampir menjadi prasyarat paling penting bagi tindakan perusahaan. Contoh lain, ketika British Steel menutup daerah bajanya, mereka mengawinkan investasi mereka dengan dana publik. Perusahaan menghindari pilihan yang mudah dan memutuskan mencasri cara untuk menggantikan pekerjaan yang hilang karena perusahaan yang baru, terutama, didirikan oleh bekas
pegawainya. Perusahaan menggunakan orang, pabrik, dan dana untuk membangun St. Helen Trust, salah satu agen perusahaan pertama di Inggris. Dalam beberapa tahun, orang yang bekerja di perusahaan baru itu jumlahnya sama dengan yang pernah dipekerjakan di unit terdahulu.

4--Alokasi dan realokasi sumber daya utama dalam perusahaan. Ini dapat dilihat sebagai kelanjutan dari program penutupan daerah baja British Steel dan membukan St. Helen Trust, dimana berbagai sumber daya dialokasikan dan direalokasikan dalam perusahaan.

5--Nilai, harapan, dan tujuan strategi yang berpengaruh. Program perusahaan untuk masyarakat lokal membawa nilai-nilai yang mendukung perusahaan. Berbagai harapan dan tujuan perusahaan yang ingin disampaikan melalui program tanggung jawab mereka dipandang sebagai kontribusi terbesarnya. Dana bahkan keahlian, dianggap kurang penting dibanding peran kepemimpinan perusahaan dalam masyarakat itu.

6--Implikasinya terhadap perubahan di seluruh organisasi. Intervensi perusahaan untuk mengatasi masalah ekonomi masyarakat mempunyai dampak terhadap banyak aspek dari kegiatan perusahaan. Pada tingkat yang paling mendasar, dampaknya mengubah perspektif strategi perusahaan dari yang bersifat langsung menjadi jangka panjang. Ini juga akan menciptakan ketergantungan antara perusahaan dan komunitasnya. Ini akan mempengaruhi posisi perusahaan secara keseluruhan. Kebijaksanaan sumber daya manusia dipengaruhi secara langsung atau pun tidak langsung. Pengaruh langsung
dirasakan pada waktu yang digunakan para staf dan ketrampilan yang mereka
pelajari.

(Tom Cannon, Coporate Responsibility)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar